^ TOP BACK

Statistik Pengunjung

Kami memiliki 85 tamu dan tidak ada anggota online

Pengunjung

Flag Counter

 

Live Traffic

Search

Statistik Situs

641709
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
2932
3434
9989
619774
51273
78190
641709

Your IP: 54.225.36.143
Server Time: 2017-11-22 21:34:55

Login Form

terjemahan

| Pelatihan Web Cotent Editor, Tanggal 21 Nopember 2017 |

Choose Language

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Ijazah Palsu

3 Modus Praktik Ijazah Palsu Versi Polri

By

on 04 Jun 2015 at 18:24 WIB

Liputan6.com, Jakarta - ‎Polri terus menyelidiki kasus praktik ijazah palsu yang dikeluarkan sejumlah perguruan tinggi. Kapolri Badrodin Haiti mengatakan ada tiga modus yang dilakukan dalam praktik tersebut.

"Sedang kita proses karena itukan ada tiga modus di sana," kata Badrodin di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (4/6/2015).

Modus pertama adalah ada perguruan tinggi yang tidak mendapatkan izin dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan. Kedua, tidak adanya aktivitas perkuliahan namun ijazah dapat dikeluarkan.

"Ketiga, terdapat legalisasi ijazah yang dipalsukan. Sehingga itu yang harus kita proses," imbuh dia.

Penerbit ijazah palsu terancam terjerat 2 undang-undang, yakni UU Diknas dan UU KUHP. Namun begitu, hukuman tersebut akan disesuaikan dengan tindakan para pelaku.


Badrodin juga menegaskan tak ada menteri Kabinet Kerja yang menggunakan ijazah bodong. "Kata siapa? Kemarin kan sudah dibantah, masih disebut-sebut saja. Kan beliau sudah bantah, saya lihat di media," tandas Badrodin.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir sebelumnya menegaskan agar masyarakat tidak tergiur ijazah palsu hanya karena gengsi.

Mantan rektor Universitas Diponegoro tersebut menjelaskan, pemegang ijazah palsu akan terkena hukuman berupa sanksi pidana. Hal itu sesuai UU 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi pasal 44 ayat (4), yang menyebutkan pemegang ijazah palsu terancam penjara selama 10 tahun atau denda sebesar Rp 1 miliar.

Nasir juga membekukan University of Berkley di Jakarta dan STIE Adhy Niaga karena dua kampus itu diduga melakukan praktik jual beli ijazah.

"Kami juga telah meminta Kopertis untuk melakukan evaluasi terhadap PTS yang melakukan praktik jual beli ijazah," tandas Nasir.

‎Pekan lalu, Nasir melakukan sidak pada kampus Universitas Berkley Jakarta. Kampus tersebut merupakan cabang dari University of Berkley Michigan yang dikelola bersama Lembaga Manajemen Internasional Indonesia (LMII). Seusai inspeksi, Nasir menyatakan, LMII adalah kampus "bodong" dan ijazah yang dikeluarkan merupakan ijazah palsu. (Ali/Yus)

Add comment


Security code
Refresh