^ TOP BACK

Statistik Pengunjung

Kami memiliki 88 tamu dan tidak ada anggota online

Pengunjung

Flag Counter

 

Live Traffic

Search

Statistik Situs

641702
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
2925
3434
9982
619774
51266
78190
641702

Your IP: 54.225.36.143
Server Time: 2017-11-22 21:33:48

Login Form

terjemahan

| Pelatihan Web Cotent Editor, Tanggal 21 Nopember 2017 |

Choose Language

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Mudik 2015

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

 
 

Mudik adalah kegiatan perantau/ pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Kata mudik berasal dari sandi kata bahasa Jawa ngoko yaitu mulih dilik yang berarti pulang sebentar. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua. Transportasi yang digunakan antara lain : pesawat terbang, kereta api, kapal laut, bus, dan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor, bahkan truk dapat digunakan untuk mudik. Tradisi mudik muncul pada beberapa negara berkembang dengan mayoritas penduduk Muslim, seperti Indonesia dan Bangladesh.[1]

Jumlah mudik lebaran yang terbesar dari Jakarta adalah menuju Jawa Tengah. Secara rinci prediksi jumlah pemudik tahun 2014 ke Jawa Tengah mencapai 7.893.681 orang. Dari jumlah itu didasarkan beberapa kategori, yakni 2.023.451 orang pemudik sepeda motor, 2.136.138 orang naik mobil, 3.426.702 orang naik bus, 192.219 orang naik kereta api, 26.836 orang naik kapal laut, dan 88.335 orang naik pesawat.[2] Bahkan menurut data Kementerian Perhubungan Indonesia menunjukkan tujuan pemudik dari Jakarta adalah 61% Jateng dan 39% Jatim. Ditinjau dari profesinya, 28% pemudik adalah karyawan swasta, 27% wiraswasta, 17% PNS/TNI/POLRI, 10% pelajar/mahasiswa, 9% ibu rumah tangga dan 9% profesi lainnya. Diperinci menurut pendapatan pemudik, 44% berpendapatan Rp. 3-5 Juta, 42% berpendapatan Rp. 1-3 Juta, 10% berpendapatan Rp. 5-10 Juta, 3% berpendapatan dibawah Rp. 1 Juta dan 1% berpendapatan di atas Rp. 10 Juta.[3]

Apakah anda bagian dari acara mudik tersebut? semua orang pasti akan merasakan dampak tersebut baik dampak yang kurang baik dan dampak yang baik. Dampak itu tinggal kita yang akan menterjemahkan ke dalam perilaku atau tindakan nyata kita. Apa mudik kita menjadi orang baik atau menjadi bagian yang menyusahkan orang lain, seperti menjadi seorang penjahat pada saat ada kesempatan. Lihat dan dengarkan berita di televisi berapa nyawa melayang, berapa orang kerampokan, berapa orang yang barangnya hilang, terjemahkan sendiri..............

Hati-hati dan waspada adalah hal yang terbaik untuk mencegahnya, mudik bila ada teman atau rombongan akan lebih baik dan aman.

Add comment


Security code
Refresh